Planning Pernikahanku Batal Karena Hadirnya Mantan Yang Kurang Ajar

Ini cerita persiapan pernikahanku. Aku  mahasiswa pada keliru satu universitas pada pulau sumatera. Usiaku baru 22 tahun, sedangkan calon suami baru masuk 25 tahun. Saya tak pernah tahu berasal mula kisah ini. Mungkin semua ini sudah dipersiapkan orang tua kami semenjak kami lahir.

Calon suamiku orang yang sangat baik, mungkin yang terbaik yg pernah saya kenal. Beliau sepupuku berasal sebelah bunda. Jadi make sense kan kenapa saya bilang ini telah dipersiapkan sejak lahir? Semenjak dulu, memang kami berdua sporadis bertemu. Dia tinggal pada padang, aku  pada palembang. Kami bertemu setiap dua tahun sekali tepatnya waktu lebaran idulfitri pada jambi, pada daerah nenek serta datuk kami tinggal

Selama ini yg saya tahu, abang ya abang. Tak pernah terbesit buat punya perasaan lebih asal itu. Semenjak dua tahun terakhir saudara tertua mulai memberikan gelagat yang terbaca ‘naksir’ pada mataku. 2 tahun lalu jugalah  kami bertemu pada padang, ada program pernikahan famili di sana. Kami jalan-jalan ke pantai, mendengar ombak, tertawa ya mirip kakak adik lainnya pada mataku, mungkin sebuah kisah romantis di mata abang. Entah saya yang clueless atau memang kodenya yg tidak terbaca olehku, saya balik  ke palembang tanpa tahu perasaannya serta tidak pernah ambil pusing.

Sampai akhirnya lebaran tahun ini kami bertemu pada jambi. Beliau dan  keluarganya menyatakan niatan itu di depan famili akbar. Aku  yg masih polos, had no idea what was going on hanya bisa diam sembari tersipu membuat malu. Kami pulang ke tempat tinggal   masing-masing serta memulai pendekatan itu.

Amanah saja, hal ini sulit dijalani dan  saya tidak ingin mengatakan tidak. Ada karakter yg tidak aku  kenali, selama ini bukan sosok yang seperti ini yang aku  pahami berasal calon suamiku. Terdapat perasaan yang perlu diarahkan lagi, asal sayang karena beliau saudaraku menjadi sayang karena beliau calon suamiku. Kami menjalaninya menggunakan baik, rasa itu entah bagaimana hadir, mungkin benar cinta sebab terbiasa dan  rindu karena tidak selalu bertemu. Kami mulai menyusun planning masa depan kami, aku  bersiap buat menuntaskan skripsiku secepat mungkin, calon suami jua sedang mempersiapkan poly hal dan  sampai akhirnya kami konfiden ingin melaksanakannya bulan februari tahun depan.

Tapi sebaik-baiknya planning, terdapat saja masalahnya. Entah karena memang bukan jodoh, atau memang kesalahan kami yg membentuk banyak hal jadi rancu. Jujur pelajaran berharga bagiku, walau duka sempat melanda hari-hariku. Kami tidak jadi menikah.

Penyebabnya, mantan.

Ah, getir. Saya punya mantan, banyak orang pula punya mantan. Akan tetapi mungkin mantanku agaknya kurang lebih ajar dari kebanyakan tipe mantan yg ada di luar sana. Kami berpisah akhir tahun kemudian. Alasannya adalah, dia menduakan. Entah liputan dari mana, beliau memahami aku  akan segera menikah. Entah apa yang terdapat pada pikirannya, beliau terus menerus menghubungiku baik dari telepon ataupun media umum. Seolah terniat di hatinya buat jadi orang ketiga serta merusak hubungan aku  dengan calon suamiku karena kenyataannya beliau sendiri sudah punya pasangan.

Hari itu calon suamiku datang, tapi handphoneku terus saja berdering. Aku  tidak pernah merespon angka-angka tanpa nama, saya menyimpan nomor  telpon mantanku, tapi tidak bisa menyimpan nomor  kantornya yg random. Sudah berhari-hari nomorku menjadi sibuk, serta mungkin menghambat calon suamiku. Hingga hari itu semuanya terselesaikan saat calon suamiku menggangkat telepon si dia.

Saya pahami, mungkin berat bagi calon suamiku, mungkin pikirnya ada perasaan yang belum terselesaikan atau persoalan yang belum selesai pada antara aku  serta mantanku. Meski aku  telah menjelaskan, bahwa aku  tidak begitu, bahwa semuanya di luar kendaliku, meski jua saya sudah mengubah angka, mantanku entah asal mana tetap mampu menghubungiku. Saya tidak memahami.

Sejak hari itu, calon suami berubah. Banyak alasan, suka  menghilang, serta hal lain yg aku  mampu mengerti bahwa beliau mulai mendekati titik ingin menyerah. Saya hanya bisa mengiyakan pembatalan sepihak asal calon suamiku. Hati kecilku mengatakan, "tidak apa, pelajaran."  pelajaran berharga sekali untukku, persiapan pernikahan tidak sesederhana mencoba cincin pernikahan, fitting baju pengantin, booking gedung, dan  lain sebagainya.

Banyak duduk perkara internal, terkait keseriusan dan  kemantapan hati untuk terus melangkah. Terdapat kemungkinan hal baik terhalang oleh orang-orang di kehidupan masa kemudian yang merasa urusannya belum selesai. Aku  langsung menyadari bahwa persoalan-masalah di masa kemudian harus segera saya selesaikan, walaupun berdasarkan aku  sudah terselesaikan, bisa jadi pihak yg lain tidak merasa demikian. Aku  juga belajar bahwa mungkin ini terbaik buat saya, terlintas pikiran bagaimana Bila peristiwa mirip ini justru terjadi sesudah menikah, bisa jadi aku  janda. Haduh amit-amit.

Tapi patah hati itu pasti, kecewa adalah hal yg wajar. Hal terpenting buatku kini   artinya mempersiapkan diriku sendiri menuju pernikahan yg sesungguhnya. Mungkin saya belum punya calon lagi, bahkan sejujurnya masih trauma berat akan tetapi  aku  wajib  segera siap lahir batin, saya harus bisa bersikap yang tegas dan  aku  wajib  mampu memilih pilihanku sendiri. Saya perlu buat mengenal siapa calon suamiku, saya perlu tahu bagaimana pikirannya wacana aku  dan  banyak hal seputar aku .

Saya ingin pernikahan yang sepenuhnya berorientasi pada kami saja, yg tujuannya adalah kebaikan satu sama lain, mendapatkan kekurangan, menguatkan kelemahan, mencintai kelebihan dan  terus membuatkan cinta di setiap harinya. Buat sampai ke titik itu saya harus menyayangi diriku sendiri, lebih percaya diri dan  berani berkomitmen dengan orang baik, tak menutup diri meski pernah gagal berkali-kali pada hubungan asmara. Saatnya bangkit. Yg lalu adalah cerita, kini   merupakan hari yg saya jalani, bukan berarti sesudah kegagalan ini membuat aku  tak akan menikah selamanya. Belum tentu.
menghilangkan bopeng

0 Response to "Planning Pernikahanku Batal Karena Hadirnya Mantan Yang Kurang Ajar"

Posting Komentar

Ayo Berkomentarlah. Satu komentar Anda Sangat Berharga Bagi Kami.